Liputan Reporter Cilik SD muhammadiyah Metro

‘Saya jadi Gubernur, Harus Punya warna’

 

 

 

Nah, teman-teman, kali ini saya Fahira Nur Haliza bersama Aulia Tasya Fadhila, reporter cilik Lampost dari SD Muhammadiyah Metro mendapat kesempatan wawancara  Gubernur Lmpung Sjchroedin Z.P.

            Ternyata bertemu orang nomor satu di Lampung ini tidak sesulit yang kami bayangkan. Memang sih kami harus menunggu sekitar setengah jam karena banyaknya kegiatan yang harus diikuti Bapak Gubernur. Tapi, saat bertemu, kami lega sekali.

            Bapak Gubernur sangat ramah. Dia menyalami kami dan mempersilahkan kami dududk di kursi ruang kerjanya. Alhamdulillah, senyuman Bapak Gubernur membuat kami tidak takut-takut lagi untuk mengajukan pertanyaan.

            Teman-teman penasaran kan apa saja yang kami bicarakan dengan bapak Gubernur ini nih isi wawancara kami. Baca sampai selesai ya biar kita semua sama-sama mendapat wawasan.

            Bapak, kenalkan saya Aulia Tasya Fadhila dan ini teman saya Fahira Nur Haliza. Kami reporter cilik Lampung Post dari SD Muhammadiyah Metro Pusat. Kami boleh meminta waktu Bapak sebentar untuk wawancara ya, Pak?

            Boleh

            Iya, Pak. Kami ingin tahu apa saja tugas Gubernur itu? Berat enggak, Pak?   

            Tugas Gubernur itu ada dua, yaitu mengurusi daerah dan masyarakat, serta mengurusi rumah tangga daerah. Sama seperti orang tua adik-adik, msialnya, selain berhubungan dengan masyarakat juga mengurusi keluarga. Nah, begitu juga Gubernur. Tapi, lingkupnya lebih luas.

            Melakukan semua tugas ini tidak gampang, apalagi Gubernur tidak ada sekolahnya. Jadi Gubernur itu benar-benar leadership, pemimpin, dan teladan bagi semuanya.

            Berat atau tidak, itu tergantung oarangnya. Sama denga pelajar,harus bangun pagi-pagi, berat, enggak? Enak tidur kan di pagi hari? Tapi, kita harus membanggakan orang tua, kita harus menjadi pintar, makanya belajar pun jadi menyenagkan. Lihat yang positifnya.

            Kalu saya, senang menjadi Gubernur. Artinya, saya dipercaya oleh rakyat. Gubernur ini dipilih langsung oleh rakyatlo. Saya malah takut tidak bisa memenuhi harapan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, prinsip, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

            Apa Bapak bekerja sendirian mengurus lampung?

            Tidak. Saya bisa melaksanakannya tugas Gubernur karena dibantu oleh kepala Dinas dan staf-stafnya. Ada kepala dinas pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Saya hanya tinggal dorong dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik. Sebagai pimpinan, saya menjadi contoh, harus disiplin.

            Bapak ini menjadi pemimpin, saya menjadi contoh, harus disiplin. Dating tepat waktu, masuk kantor, dan bekerja juga harus disiplin.

            Bapak ini menjadi pemimpin sudah diuji, sudah dicoba, dan sduah ditempa dengan berbagai persoalan. Inilah yang membuat bapak semakin matang dalam memimpin Lampung. Dalam memimpin, Bapak tidak mau ikut-ikutan. Bapak harus punya warna sendiri. Pemimpin itu akan terlihat warnanya apabila ditempatkan pada situasi yang tidak normal.

            Maksudnya bagaimana, Pak?

Selalu punya konsep untuk semua hal yang saya programkan. Saya tidakmau ikut-ikutan. Waktu pertama menjadi Gubernur, Lampung berada pada posisi ketiga termiskin di Indonesia. Nah, ini menjadi tantanagn buat saya untuk menjadikan Lampung lebih baik.

Ini disebut kondisi tidak normal. Kalu keadaan lampung semuanya baik-baik saja, di mana warnanya? kalu kondisi normal-normal saja, karakter seorang pemimpin tidak akan kelihatan.     

            Iya juga ya, Pak. Wah, tidak terasa kami sudah menyita waktu Bapak cukup lama. Terima kasih atas wawancaranya. Semoga bapak sehat selalu dan sukses.

            Iya. Terima kasih. Begnilah tipe kepemimpinan bapak. Bapak punya karakter berbeda dalam memimpin. Hidup ini harus ada rasa percaya diri. Saya pasti mampu! kalau ragu, mundur! Semua jajaran saya dorong untuk bekerja ikhlas untuk rakyat. Harus amanah.

 

       

Sumber: Lampost, 19 Desember 2010