Silahturrahmi di SD Aisyiyah Bukit Kemuning (Sekolahnya Para Pejuang)

Penulis By Administrator   |   31 Juli 2019   |   dilihat 266 Kali

"Tak Ada Gula, tak ada semut,” itulah istilah yang tepat disematkan untuk SD Aisyiyah Bukit Kemuning Lampung Utara. Meskipun letaknya tidak begitu setrategis, masuk sejauh 400 meter dari jalan besar, 50 meter sudah disambut dengan turunan yang tajam sekali, kira-kira 45-50 derajat, jalannyapun onderlah batu-batu sebesar sekepalan tangan. Di samping jalan masuk juga berdiri Sekolah Dasar Negeri yang berdiri kokoh dengan segala perlengkapannya. Bangunannya pun masih sederhana, satu kantor dan enam lokal ukuran 6 x 7 meter tiap lokalnya, bahkan satu lokal belum jadi, dikerjakan sambil menunggu uluran tangan donatur untuk menyelesaikannya. Atapnya masih seng dengan kerangkan kayu kaso, jika kena angin kencang mungkin saja bisa runtuh. Meja kursinya pun ala kadarnya, sungguh masih sederhana sekali.

Sekolah ini berdiri kurang dari enam tahun, tepatnya tahun 2014, tapi sudah memiliki 58 siswa. Hebatnya, sudah berani membandrol SPPnya seratus ribu rupiah. Wow..., sebuah keberanian yang luar biasa. Banyak sekolah yang sudah lama berdiri dan tidak diragukan lagi keberadaanya, tapi untuk menarik SPP dua puluh lima ribu rupiah saja tapi kunjung dilakukan. Banyak alasan, yang takut muridnya pada pindah, rata-rata miskin dan masih banyak alasan lainnya.

Tentu, ada sesuatu yang luar biasa di SD yang baru berdiri kurang dari enam tahun ini. ternyata benar, ada kepala sekolah yang hebat Ibu Umin Azizah namanya, juga didampingi oleh guru-guru yang tangguh yang di beck-up oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang militan dan pantang menyerah Bapak Rubianto. Program penguatan keislaman dengan fokus kepada tahsin dan tahfiz menjadi andalan sekolah ini. mungkin ini yang menjadi daya tarik yang kuat, sehingga meskipun di satu lingkup kelurahan yang memiliki sepuluh sekolah negeri, tapi SD Aisyiyah Bukit Kemuning sudah dihati masyarakat.

Saat kami berkunjung (Sabtu, 27 Juli 2019), kedatangan kami ber-enam disambut oleh para guru yang hebat dengan senyum dan ramah. Kami di kenalkan dengan gedung lama sebagai cikal bakalnya SD Aisyiyah, gedung Darul Arqom namanya didirikan tahu delapan puluhan. Kunjungan Tim SD Muhammadiyah Metro Pusat yaitu Hafidz Al Atho, Eko Prayogi, Imam Sapi’i, Syaifudin Habib, Didit Wahyu Kurniawan dan di driveri Bang Dedy Yusuf. Kunjungan dalam rangka silaturahmi dan membawa sedikit dana, ambal sholat 4 buah, 3 buah kipas angin, buku perpustakaan dan buku karya guru dan siswa.

Dana dihimpun dari BUMS, SDM Peduli, KSU Sinar Surya dan dana sekolah berjumlah sepuluh juta rupiah. Sungguh, perasaan iba tapi juga salud yang kami rasakan. Hanya orang-orang yang punya mental pejuang dan ketulusan yang luar biasa saja sanggup mengurusi sekolah yang seperti ini. Rasanya patut optimis, sekolah ini akan menjadi sekolah yang unggul dan banyak prestasi kedepan sudah didepan mata, tinggal meningkatkan proses yang lebih optimal, sekolah ini akan semakin dihati masyarakat.

Kontributor: Imam Sapii, S.Pd.

Facebook

Twitter

Instagram

@sd_muh_metro
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2126789273323070", enable_page_level_ads: true });