Muhammadiyah Ladang untuk Berdakwah

Penulis By Administrator   |   26 Mei 2019   |   dilihat 142 Kali

Kota Metro – Muhammadiyah adalah persyarikatan gerakan Islam. Sebagai suatu gerakan, Muhammadiyah selalu bergerak maju dengan mengemban dua misi : (1) Menyebarkan cita-cita Muhammadiyah ke seluruh masyarakat Indonesia, (2) Menyebarluaskan organisasi Muhammadiyah ke seluruh Wilayah Nusantara yaitu dengan gerakan dakwah Islam Amar Makruf Nahi Munkar. 

Materi tentang Hakikat ber-Muhammadiyah disampaikan oleh Ustadz Kustono, S.Ag. dalam pengajian ramadhan guru dan karyawan SD Muhammadiyah Metro Pusat pada (25/5) di Masjid Arrafi Kampus 2 SD Muhammadiyah Metro Pusat. Beliau menyampaikan bahwa ada empat alasan dalam Bermuhammadiyah supaya kita dapat: (1) ber-Islam secara murni, baik dan benar, (2) melaksanakan syariat Islam sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, (3) mendakwahkan agama Islam ini secara murni, baik dan benar, (4) meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dalam rangka memperbanyak sahabat dan persaudaraan terhadap orang-orang yang sholeh, supaya dapat dijadikan penolong kita dihari kiamat nanti, tentu atas izin Allah SWT.

Bermuhammadiyah juga dapat dipahami dalam lima kategori Bermuhammadiyah itu berarti: (1) berislam, (2) berdakwah, (3) berorganisasi, (4) berjuang (5) dan berkorban. Oleh karena itu, orang yang berislam itu harus melaksanakan syariat Islam secara murni, baik dan benar seperti yang didakwahkan oleh Muhammadiyah yaitu berislam secara khafah dan buku tarjih yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus dijadikan pedoman bagi warga Muhammadiyah.

Sebagaimana yang terdapat dalam QS. Al Baqarah ayat 285 “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". Oleh karena itu, apa yang telah menjadi keputusan selama berittiba kepada Rasulullah SAW maka kita wajib Samina Wa Athona. Seperti halnya yang diputuskan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait dengan penetapan 1 Syawal.

Di akhir materi, Ustadz Kustono mengajak seluruh guru dan karyawan untuk menjadikan SD Muhammadiyah Metro Pusat sebagai ladang untuk berdakwah melalui organisasi Persyarikatan Muhammadiyah.

Facebook

Twitter

Instagram

@sd_muh_metro
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2126789273323070", enable_page_level_ads: true });