SD Muhammadiyah Metro Pusat Ikuti Bimtek Nasional Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Koding-Kecerdasan Artifisial
SD Muhammadiyah Metro Pusat Ikuti Bimtek Nasional Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Koding-Kecerdasan Artifisial
SERPONG– SD Muhammadiyah Metro Pusat menjadi salah satu sekolah yang terpilih mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 22–25 Juni 2026 di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang Selatan.
Kegiatan berskala nasional tersebut secara resmi dibuka oleh
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan
Nonformal (PAUD Dikdasmen dan PNF), Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., Senin,
22 Juni 2026.
Bimtek diikuti oleh kepala sekolah dari 139 sekolah
perwakilan 110 kabupaten/kota yang berasal dari 36 provinsi di Indonesia dan
telah ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta
Koding dan Kecerdasan Artifisial.
SD Muhammadiyah Metro Pusat diwakili langsung oleh Kepala
Sekolah, Ihwan, S.Ag., M.Pd. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen sekolah
dalam mendukung transformasi pendidikan serta penguatan kompetensi peserta
didik di era digital.
Sebelum pembukaan resmi, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, S.Kom., M.Pd., menyampaikan laporan kegiatan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa Direktorat Sekolah Dasar telah menetapkan 325 satuan pendidikan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Menurut Salim Somad, sekolah model diharapkan menjadi pusat
praktik baik (center of excellence), ruang uji coba inovasi pembelajaran,
sekaligus penggerak ekosistem pendidikan di daerah masing-masing. Selain itu,
kegiatan bimtek bertujuan menyelaraskan pemahaman kepala sekolah terhadap
kebijakan Pembelajaran Mendalam dan Koding-Kecerdasan Artifisial, memperkuat
kesiapan satuan pendidikan, serta membantu penyusunan rencana aksi yang
realistis dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gogot Suharwoto menegaskan pentingnya
transformasi pembelajaran untuk menjawab tantangan abad ke-21. Menurutnya,
sekolah perlu menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir
kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, serta mampu memanfaatkan teknologi
digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Sekolah model memiliki peran strategis sebagai penggerak
dan contoh praktik baik dalam penerapan Pembelajaran Mendalam serta
pengembangan kompetensi digital peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan
komitmen bersama untuk memastikan implementasinya berjalan efektif dan
berkelanjutan,” ujar Gogot.
Ia juga menjelaskan bahwa implementasi Pembelajaran Mendalam
menjadi salah satu strategi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih
bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan ini,
siswa tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memahami,
menerapkan, serta mengembangkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan
kebijakan, pendalaman konsep Pembelajaran Mendalam, implementasi Koding dan
Kecerdasan Artifisial, berbagi praktik baik dari berbagai daerah, serta
menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.
Keikutsertaan SD Muhammadiyah Metro Pusat dalam kegiatan ini
diharapkan semakin memperkuat peran sekolah sebagai pelopor inovasi
pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Melalui program Sekolah Model, SD
Muhammadiyah Metro Pusat berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang
relevan, adaptif, dan berkualitas serta menjadi rujukan praktik baik dalam
implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding-Kecerdasan Artifisial di Kota
Metro maupun Provinsi Lampung. (lef.s)

