Membanggakan, Gelar Lauching 38 Buku Solo dan Antologi Siswa dan Guru
Membanggakan, Gelar Lauching 38 Buku Solo dan Antologi Siswa dan Guru
METRO -SD Muhammadiyah Metro Pusat sukses menggelar acara spektakuler di bidang literasi dengan meluncurkan (launching) secara resmi 38 judul buku, baik karya solo maupun antologi. Perhelatan akbar ini berlangsung khidmat dan meriah di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, milik Pemerintah Kota Metro, pada Ahad (14/6/2026).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Kota Metro Drs. M. Jaeni, M.PFis., Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Kabid Tendik) Dinas Pendidikan Kota Metro, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Metro, serta seluruh wali murid dari kelas 1 sampai kelas 5 yang putra-putrinya terlibat dalam penulisan buku.
Gerakan literasi sekolah ini berhasil menelurkan puluhan karya yang terbagi ke dalam beberapa kategori, dengan rincian sebagai berikut:
- 4
Buku Karya Solo: Ditulis secara mandiri oleh 4 orang guru/penulis.
- 30
Buku Antologi Siswa (Kelas 1 - Kelas 5): Kelas 1: 7 judul buku, Kelas 2: 7
judul buku, Kelas 3: 8 judul buku, Kelas 4: 7 judul buku, dan Kelas 5: 1
judul buku
- 4
Buku Antologi Guru dan Karyawan: Antologi Guru Senior (Usia 50 tahun ke
atas/menjelang purna bakti) serta Antologi Mahasiswa PPL
Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat
menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para orang
tua yang setia mendampingi anak-anak mereka dalam menulis. Tercatat ada sekitar
800 siswa yang berpartisipasi aktif dalam peluncuran buku massal ini.
"Kami percaya bahwa setiap anak memiliki cerita yang
layak untuk ditulis, dan setiap insan memiliki gagasan yang layak untuk
diwariskan. Melalui buku ini, pemikiran tidak akan berhenti pada ruang dan
waktu, tetapi tulisan akan terus hidup, dibaca, dipelajari, dan menginspirasi
banyak orang," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan para guru senior
berusia 50 tahun ke atas bertujuan untuk mengabadikan pengalaman berharga
mereka dalam mendidik sebelum memasuki masa purna bakti. Melalui program ini,
sekolah berkomitmen penuh untuk terus membangun ekosistem literasi.
"Kami ingin menjadikan membaca sebagai kebutuhan,
menulis sebagai kebiasaan, dan berkarya sebagai budaya," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota
Metro, Drs. M. Jaeni, M.PFis., mengaku sangat terharu dengan pencapaian luar
biasa ini. Dalam arahannya, ia menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh SD
Muhammadiyah Metro Pusat adalah langkah awal atau "titik nol" dalam
mencetak ilmuwan masa depan.
"Untuk menjadi sarjana, magister, doktor yang menulis
disertasi, hingga menjadi profesor, semuanya membutuhkan karya tulis. Hari ini,
anak-anak kita telah memulai menggambar masa depan mereka sendiri," kata
M. Jaeni.
Beliau juga mengingatkan para orang tua bahwa memfasilitasi
anak untuk menulis dan membaca adalah bentuk investasi jangka panjang yang
terbaik.
"Ini adalah investasi saham yang kita tanam hari ini
dan akan kita petik hasilnya di masa depan. Kita harus mendorong anak-anak kita
untuk terus membaca, menulis, dan berani bertanya. Selaku Ketua Majelis, saya
sangat mengapresiasi karya ini. Teruslah menulis untuk menuangkan inspirasi
yang ada di kepala," pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peluncuran
simbolis 38 buku karya guru, karyawan, mahasiswa PPL, dan siswa oleh Ketua
Majelis Dikdasmen didampingi kepala sekolah dan tamu undangan, diiringi rasa
bangga dari ratusan wali murid yang memadati aula gedung. (ims)

